RUQYAH SYAR'IYAH        CIRI TERKENA JIN        BEDA JIN,SETAN,IBLIS        KESAKSIAN        UMROH-HAJI        RUQYAH        DUKUN BERBAJU KYAI

Sabtu, 06 Oktober 2012

Tempat Ruqyah Syar’iyah ?

Tempat Ruqyah Syar’iyah?
Abu Ahsanti, Lc.
Saat Klinik Ruqyah mewabah
Dewasa ini animo masyarakat sangat tinggi untuk menjaalani terapi ruqyah, pengobatan yang telah diwariskan Rasulullah untuk ummatnya. Apalagi banyak media –cetak dan elektronik- menyajikan iklan pengobatan atau terapi ruqyah. Akhirnya mereka mencari-cari pengobatan ruqyah yang ada di sekitar mereka. Bahkan saya pernah dapat info dari teman sesama ustadz yang tinggal di daerah Jawa Timur, ia dipaksa oleh seseorang yang tinggal dekat rumahnya untuk meruqyah saudaranya. Sehingga ia kebingungan karena meskipun selama ini ia dikenal sebagai seorang ustadz tapi ia belum pernah meruqyah seseorang sama sekali.
Gayung pun bersambut. Seiring dengan boomingnya pengobatan ruqyah dan ramainya masyarakat yang mencarinya, maka bermunculanlah klinik-klinik ruqyah di mana-mana. Ada klinik ruqyah yang ditangani oleh seseorang yang benar-benar berkapasitas ilmu syari'at yang mumpuni, sehingga mereka membuka kitab-kitab hadits dan mencari ilmu tentang ruqyah untuk melayani permintaan jamaah. Tapi banyak juga klinik ruqyah yang ditangani oleh mereka yang awam agama.
Klinik jenis kedua ini banyak bermunculan di tengah masyarakat. Ada yang memadukan ruqyah dengan ilmu tenaga dalam, ada yang menambah praktik ruqyah dengan praktik perdukunan, ada yang menjadikan ruqyah sebagai kedok saja karena model terapinya tetap model dukun atau orang pinter, ada yang mencampur terapi ruqyah dengan praktik mistik, sehingga masyarakat kesulitan untuk membedakan mana peruqyah dan mana paranormal, mana seorang ustadz dan mana seorang dukun.

Pengalaman mereka (testimoni)
Apa yang penulis sampaikan di atas bukanlah mengada-ada. Selama penulis berdakwah, mengajar dan mengisi taklim di banyak tempat, baik di Ibukota maupun di daerah, penulis sering dikomplain oleh jamaah. Di antara komplain atau curhat mereka seputar masalah ummat adalah tentang praktik ruqyah. Ada yang kecewa dengan klinik atau praktik ruqyah yang pernah didatangi, daan ada juga yang kaget, "Masa praktik ruqyah seperti itu, persis kayak praktik dukun cabul", katanya.
            Penulispun berusaha untuk menjadi pendengar yang baik dan menyimak keluhan mereka. Ibu Minto (48 th) misalnya contohnya, wanita karir yang satu ini menceritakan pengalamannya saat berobat ke seorang yang dikenal sebagai seorang habib yang katanya juga berpraktik pengobatan ruqyah. Tapi saat ia berobat, pulangnya dibekali bambu kuning yang harus ia pasang di rumah, terutama di libang-lubang angin atau di atas jendela dan pintu. "Kalau begitu apa bedanga peruqyah dengan paranormal, yang biasanya selalu ngasih jimat ke pasiennya", katanya menggugat.
Lain lagi dengan Mbak Imah (25 th), muslimah ini mengadukan bahwa ia pernah diterapi ruqyah di salah satu klinik ruqyah yang ada di Jakarta. Tapi ia merasa risih alias tidak nyaman, karena saat melakukan terapi ruqyah, peruqyahnya meraba-raba punggungnya dari balik bajunya. Sambil berkumat-kamit baca bacaan yang tak jelas terdengar, ia mengusap-ngusap kulitnya. "Kalau praktik ruqyah seperti itu, apa bedanya dengan praktik dukun cabul", katanya protes.
Lalu penulis katakan dengan nada bercanda, "Ibu protesnya ke mereka dong, yang melakukan terapi. Kenapa protesnya ke saya, saya kan bukan atasan mereka". "Bukan begitu ustadz, ustadz kan seorang yang telah memperdalam ilmu agama. Jadi kami ingin konfirmasi, apa benar yang namanya praktik ruqyah itu seperti itu. Atau itu merupakan praktik ruqyah yang menyimpang (syirik)," sanggah mereka.


Ruqyah ada dua macam
Pembaca yang tercinta, tidak semua praktik ruqyah itu islami atau sesuai syari'at Islam. Karena pada kenyataannya ada dua macam praktik ruqyah. Yaitu ruqyah yang syar'iyah (sesuai dengan syari'at Islam atau Islami), dan ada juga praktik ruqyah yang syirkiyah (tidak sesuai dengan syari'at Islam, karena ada penyimpangan norma-norma Islam di dalamnya). Jadi kita kudu waspada. Karena telah banyak praktik pengobatan atau klinik yang menggunakan ruqyah hanya sebagai kedok atau kamlufase untuk mengelabuhi masyarakat.
Ada ruqyah yang syar'iyah, dan banyak ruqyah yang tidak syar'iyah alias syirkiyah atau menyimpang. Yang mengaku syar'iyah juga ada yang betul-betul syar'iyah, dan ada juga yang gadungan alias tidak original (ada penyimpangan dalam praktiknya). Hal-hal seperti ini yang terkadang tidak difahami masyarakat.
Di zaman Rasulullah saja, praktik ruqyah telah terbagi menjadi dua macam. Yang syar'iyah dan yang syirkiyah. Sehingga Rasulullah melakukan filterisasi untuk memilah dan memilih mana ruqyah yang benar-benar syar'iyah. Auf bin Malik al-Asyja’iy berkata, “Kami pada zaman jahiliyyah melakukan ruqyah, lalu kami berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang ruqyah?’ Beliau bersabda, ‘Tunjukkanlah kepadaku ruqyah-ruqyah kalian, ruqyah-ruqyah itu tidak apa-apa selama di dalamnya tidak bermuatan syirik”. (HR. Muslim).
Jabir bin Abdullah berkata, “Pamanku dari kaum Anshar suka meruqyah dari gigitan ular. Saat Rasulullah melarang ruqyah, maka pamanku mendatanginya seraya berkata, “Wahai Rasulullah, engkau telah melarang ruqyah padahal saya suka meruqyah dari gigitan ular. Rasulullah berkata, ‘Tunjukkanlah ruqyahmu kepadaku.’ Abu Hurairah berkata, ‘Maka pamanku pun menunjukkannya kepadanya.’ Rasulullah bersabda, Ini tidak apa-apa, ini termasuk ruqyah yang dibolehkan’.” (HR. Abu Ya’la).

Apa kata Ulama'?
Ibnu Taimiyyah berkata: "Adapun pengobatan orang yang kesurupan dengan ruqyah, maka bacaan yang dibaca itu ada dua macam. Apabila bacaan ruqyah tersebut terdiri dari kalimat yang bisa dipahami maknanya dan dibolehkan oleh agama Islam, maka bacaan seperti itu dibolehkan. Karena telah ditegaskan bahwa Rasulullah mengizinkan penggunaan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan. (Lihat HR. Muslim no. 2200, red.).
Tapi bila di dalamnya mengandung kalimat yang diharamkan, seperti ada kesyirikan atau maknanya tidak bisa dipahami atau mengandung kekufuran, maka tidak seorang pun diperkenankan untuk memakainya. Walaupun terkadang dengan kalimat tersebut jin mau keluar dari tubuh orang yang kesurupan. Karena bahaya kekufuran lebih besar adanya daripada manfaat kesembuhan yang diperoleh." (Majmu'ul Fatawa: 23/ 277).
Imam Nawawi juga telah berkata: "Ruqyah dengan ayat-ayat al-Qur'an dan dengan do'a-do'a yang telah diajarkan Rasulullah adalah suatu hal yang tidak terlarang. Bahkan itu adalah perbuatan yang disunnahkan. Telah dikabarkan para ulama' bahwa mereka telah bersepakat (ijma') bahwa ruqyah dibolehkan apabila bacaannya terdiri dari ayat-ayat al-Qur'an atau do'a-do'a yang diajarkan Rasulullah." (Shahih Muslim bi Syarhin Nawawi: 14/ 341).

Alamat Ruqyah Syar’iyah
Waspada dan hati-hati serta jangan mudah percaya, itulah sikap yang harus kita miliki dalam menentukan sebuah pilihan. Karena seiring dengan kemajuan zaman, banyak cara yang dipakai oleh orang-orang yang tidak mengerti Islam atau yang tidak suka Islam untuk merusak citra Islam, termasuk masalah terapi ruqyah yang merupakan warisan Rasulullah yang terbukti ampuh untuk digunakan kaum muslimin saat memerlukan. Jika citra ruqyah jadi buruk di mata masyarakat akibat ulah mereka, maka masyarakat jadi takut pada terapi ruqyah atau menggap sama dengan praktik perdukunan. Sehingga mereka menjauhi ruqyah dan kembali ke pangkuan dukun dan paranormal sebagai agen syetan yang paling setia.
Klinik Ruqyah telah mewabah, jangan sampai kita masuk ruqyah yang syirkiyah karena bisa merusak akidah Islam kita. Kalau kita tidak faham atau belum mengerti tentang praktik ruqyah yang benar-benar syar'iyah, tanyakan kepada kyai, ulama' atau ustdaz yang faham akan ruqyah yang syar'iyah. Atau pilihlah klinik atau praktik pengobatan ruqyah yang sudah dikenal citranya yang baik dan dilengkapi praktisi yang ahli syari'ah, sehingga kita tidak dihinggapi rasa was-was, antara yang syar'iyah dan yang syirkiyah.
Sejauh yang penulis ketahui, untuk yang ahli dalam masalah ini dan telah menjadi Brand Image yang baik untuk masalah terapi ruqyah adalah Klinik Ghoib, ia dikenal sebagai pelopor dan icon praktik ruqyah yang syar'iyah. Apabila kita ingin cari terapi ruqyah yang aman aatau syar'iyah silakan datang ke Klinik Ghoib yang didirikan oleh Majalah Ghoib.
Memang tempat praktik mereka sering pindah tempat, kontrak sana-sini dan belum punya gedung sendiri sehingga sering membingungkan masyarakat yang mencari tempat Praktik Ruqyah yang Syar’iyah. Dan yang terakhir, -kalau tidak salah-, tempat Klinik Ghoib ada di Gedung KOJALIA, jalan Gunung Sahari 1, no. 42 Senen Jakarta Pusat, dekat Polsek Senen, Depan Rumah Zakat. Nomor telponnya 021-7037 4645, 4288 7942/ 0815 816 7874. Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat terutama bagi mereka yang sedang cari Klinik Ruqyah.


Tidak ada komentar:

Silahkan Ketik Judul Majalah Ghoib di Bawah ini

Memuat...